Berita Badan Bahasa

10/23/2014 | Seminar dan Lokakarya
Persoalan mengindonesiakan manusia Indonesia saat ini merupakan persoalan yang sangat kompleks sehingga sampai saat ini titik terang atau solusi terbaik untuk menjadikan manusia Indonesia yang bermartabat dan berkarakter budaya Indonesia sejalan dengan tuntutan masyarakat masih sebatas wacana. Dalam konteks hubungan internasional, manifestasi dari identitas dan karakter bangsa kita adalah identitas budaya bangsa yang bermartabat.
10/23/2014 | Kegiatan
YOGYAKARTA— Pengalihmediaan bahan ajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing atau yang biasa disebut BIPA, merupakan wujud nyata dari salah satu tugas Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dalam upaya meningkatkan mutu layanannya kepada masyarakat, khususnya bagi warga negara asing yang ingin belajar menggunakan Bahasa Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 22—23 Oktober 2014 tersebut diselenggarakan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
10/23/2014 | Kegiatan
Keragaman bahasa daerah akan menguatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan adanya perkembangan yang dinamis terhadap penggunaan bahasa melalui media yang semestinya memperhatikan kesantunan bertutur perlu peran serta Lembaga Sensor Film dan Komisi Penyiaran Indonesia untuk meningkatkan sikap positif masyarakat terhadap bahasa dan sastra Indonesia dalam rangka penguatan NKRI.
10/19/2014 | Kegiatan
Perpisahan Mendikbud, Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA
10/16/2014 | Kegiatan
Yogyakarta—Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 16 Oktober 2014, bertempat di JBN Hall, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut, di buka oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Yogyakarta, Drs. Tirto Suwondo, M.Hum. Dalam Sambutannya Tirto mengharapkan peserta dapat berperan aktif dalam memberikan masukan, saran, dan kritikan yang nantinya dapat menjadikan Pedoman Tata Naskah Dinas menjadi lebih baik lagi.
10/15/2014 | Kegiatan
Nilai moral dan etika yang terkandung dalam bahasa ibu, perannya sangat penting dalam mengerakkan mental keindonesiaan, hal itu dikatakan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemdikbud, Prof. Dr. H. Mahsun, M.S. dalam sambutannya saat membuka Kongres Bahasa Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2014 dengan tema “Bahasa dan Sastra Daerah NTB dalam Membangun Masyarakat yang Berbudaya” di Hotel Lombok Garden, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, 14—15 Oktober 2014.

Tokoh Bahasa dan Sastra

Abdul Muis lahir pada tanggal 3 Juni 1883 di Bukittinggi, Sumatra Barat. Ia adalah putra Datuk Tumenggung Lareh,
Praptomo Baryadi Isodarus adalah guru besar linguistik di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Prof. Mien Achmad Rifai, M.Sc., Ph.D. yang akrab dipanggil Pak Mien lahir di Desa Gapura Tengah, Sumenep, Madura, pada tanggal 1 Januari 1940 dari pasangan Mas Atmosugondo dan H. Halimatusyabiah
Prof. Dr. Anton M. Moeliono lahir di Bandung pada tanggal 21 Februari 1929. Ia adalah anak ketiga dari pasangan R.M. Moeliono Prawirohardjo dan Maria A. Igno.
Acep Zam Zam Noor, seorang penyair yang lahir di Cipasung, tepatnya di Pondok Pesantren Cipasung
Syndicate content